Wednesday, 26 March 2014

Air Mata itu Tidak Akan Pernah Kami Lupakan



Sekedar mengenang..
April 2012(lupa tanggal) adalah hari dimana Arema akan menjamu salah satu rival abadinya, Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan tercinta.
Bersama 2 orang teman, saya berangkat utk menyaksikan sang Singa Gila mengaum di Bhumi Arema menggilas tim Maung Bandung.
Suasana Kanjuruhan ibarat lautan manusia berbaju biru2, tak nampak satu tempatpun yg memperlihatkan celah tribun Kanjuruhan, semua bagian tribun telah tertutup, penuh sekali!!

Berada di gate 6 saya menyaksikan dgn seksama laga yg sedang berjalan sengit itu.
Beberapa kali Persib mampu menekan dan membahayakan gawang Arema membuat darah serasa berdesir.
Dgn sesekali mengikuti nyanyian2 sam Jules, saya menyaksikan dgn penuh ketegangan, maklum Arema saat itu sedang ayahab di papan bawah berusaha merangkak naik ke papan tengah.
Dan yg membuat adrenalin semakin terpacu adalah acungan2 jari tengah yg diberikan oleh ex Arema yaitu Marcio Souza kepada kami.
Emosipun membuncah, teriakan demi teriakan terus kami tujukan kepada Marcio seraya membalas 1 acungan tersebut dgn puluhan bahkan ratusan acungan KAMI.
Satu mantan pemain Arema era juara yaitu Zulkifli Sukur-pun tak luput dr teriakan2 kami.
Sungguh suasana yg sangat memacu adrenalin kami sbg seorang suporter fanatik, melihat 2 orang ex kami berada di kubu rival.

Tapi..satu orang lagi ex Arema yg kami harapkan akan turun ternyata tak diturunkan (atau mungkin tak mau turun).
Yups benar..NOH ALAM SHAH, sang singa yg telah berlabuh di kubu rival.
Sebenarnya saya jg bimbang, jika nanti ia turun entah mau kami teriaki atau kami beri aplause, mengingat ia adalah pemain yg benar2 saya idolakan dan saya gilai.

Hingga pertandingan usai yg dimenangkan oleh Arema dgn skor 2-1, ternyata sosok itu tak kunjung diturunkan, bahkan kami hampir sulit melihatnya di bench pemain Persib, entah bersembunyi atau apa.

Namun..satu hal yg benar2 diluar perkiraan kami terjadi begitu para pemain bejalan mrninggalkan lapangan.
Seorang pemain Persib berlari menuju tribun timur, sendiri..

Benar..itu adalah Along kita.

Dia berlari penuh semangat dan berhenti tepat didepan tribun, para Aremania yg turun ke lapanganpun langsung berlari menuju ke arahnya dan seraya menggerumuninya, semua berusaha utk bisa lebih dekat dan menyentuh atau bahkan memeluknya.
Dan..
Satu peristiwa yg diluar pemikiran kami terjadi.
Saya melihat dr kejauhan ternyata air mata seorang Noh Alam Shah bisa jatuh menetes.
Seolah tdk percaya,saya melihat ia menangis, menangis ditengah pelukan para Aremania, menangis ditengah orang2 yg begitu mencintainya, menangis sejadi-jadinya.

Terharu..itulah yg kami rasakan saat melihat peristiwa trsebut dr atas tribun.
Bagaimana seorang Along yg terkenal garang dan liar bisa bercucuran air mata didepan ribuan pasang mata kami.
Seolah telah hilang berbagai sifat garangnya itu dan berganti dgn sebuah tangisan.
Singa liar itu ternyata bisa meneteskan air mata.
Beberapa Aremania seolah tdk bisa menahan tangis dipelupuk mata, termasuk saya.
Bahkan Aremanita disamping saya terlihat beberapa kali mengusap pipinya.
Sangat mengharukan..

Akhirnya setelah beberapa menit peristiwa itu terjadi, Along-pun berpamitan dan kembali berjalan ke arah tribun VIP sambil melambaikan tangan kearah kami.

Sungguh..2x45 menit kekesalan kami kpd seorang Marcio tadi ternyata dibayar tuntas dgn 5 menit kasih sayang yg ditunjukkan oleh seorang Noh Alam Shah kpd kami.

Begitu besar cintanya kpada kita, sampai baju Persib yg ia kenakan-pun tdk bisa memupuskan rasa cinta itu.
Rasa cinta yg mungkin akan selalu kita kenang.
Rasa cinta yg akan semakin tumbuh seiring kerinduan ini.
Rasa cinta antara seorang idola kepada penggemar.

atau mungkin..

SEORANG AREMA..KEPADA AREMANIA..

1 comment: