Monday, 14 April 2014

Rekor Rontok di Pasundan

Kabar Aremania | Kabar Arema | Berita Arema | Arema | Aremania | Salam Satu Jiwa -  Arema Cronus tumbang. Rekornya sebagai tim tak terkalahkan di ISL 2014 wilayah barat, berakhir sore kemarin. Persib Bandung jadi klub yang mengambil ‘keperawanan’ rekor Singo Edan di ISL. Disaksikan oleh puluhan ribu suporter Viking di Stadion Si Jalak Harupat, laga Persib-Arema berakhir dengan skor 3-2.
Dua gol yang dicetak oleh Samsul Arif Munip (19’) dan Gustavo Lopez (40’) di babak pertama, dibalas oleh tiga gol Djibril Coulibaly (52’), Firman Utina (78’) dan Konate Makan (82’). Kalah dramatis. Begitulah nasib Arema di Bandung. Meski sempat unggul dua gol di babak pertama, Arema ditekuk di babak kedua dengan tiga gol Persib.
Tim pujaan Aremania tak bisa lagi mengklaim predikat sebagai tim super yang tak bisa terkalahkan. Rekor lima kali tanpa kalah, akhirnya dinodai oleh sekali kekalahan di Bandung.
Pelatih Arema, Suharno tak mau banyak alasan. Sebab, menurutnya skuad Arema sudah melakukan yang terbaik di Bandung. ‘’Tim Arema sudah melakukan yang terbaik di Bandung. Arema main sangat bagus, terutama di babak pertama. Tapi, Persib main jauh lebih bagus di babak kedua. Kita terima kekalahan ini dengan jantan,’’ terang Suharno dalam pressconference.
Pelatih asal Klaten tersebut mengungkapkan, satu-satunya faktor yang membuat Arema rontok di tanah Pasundan adalah kedisiplinan pemain. Khususnya dalam menjaga ritme permainan dan pertahanan.
Babak pertama, Arema main dengan penuh disiplin. Meskipun dibombardir sepanjang 15 menit pertama, Arema mampu bertahan dengan baik. Bahkan, tim berlogo singa ini juga mampu memanfaatkan kesalahan bek Persib Vladimir Vujovic.
Menit 19 Samsul mencuri bola di pertahanan Persib, dan berhadapan satu lawan satu dengan I Made Wirawan. Satu gol pun dicetak oleh Arema. Gol kedua Arema lewat tendangan bebas Gustavo Lopes yang berkelas menit 40, juga membuat Persib frustasi.
Namun, kedisiplinan serta determinasi Arema tak begitu terlihat di babak kedua. Arema melembek dan tak mampu menjaga konsistensi di babak kedua. ‘’Kita kurang disiplin di babak kedua,’’ terangnya.
Pemain Arema, Thierry Gathuessi, menitikkan air mata setelah pertandingan selesai. Thierry menangis karena Arema tak bisa memenangkan pertandingan. ‘’Kedua tim bermain bagus, tapi akhirnya Persib yang menang. Saya sedih dan frustasi. Ini kekalahan yang menyakitkan,’’ sambungnya.
Sementara itu, pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman mengapresiasi kerja keras anak asuhnya di atas lapangan. Persib bisa membalikkan keadaan secara dramatis dengan lesakan tiga gol di babak kedua.
‘’Saya bangga dengan kerja keras anak-anak. Mereka tidak menyerah meskipun kemasukan dua gol. Saya akui Arema tim yang hebat, mereka main bagus, tapi anak-anak asuh saya juga kerja keras demi pertandingan ini,’’ tutur Djanur.
Dengan kekalahan ini, Arema tergusur dari posisi pemuncak klasemen. Arema masih tetap mengoleksi 15 poin dari enam laga, sedangkan Persib jadi pemimpin klasemen ISL wilayah barat 2014 dengan total 16 poin dari tujuh laga. (fin/avi)

0 comments:

Post a Comment